Berita

Pemkab Tapin dan Bank Indonesia Kembangkan Klaster Bawang Merah

  • Penulis: media, 12-07-2017 12:42
  • TAPIN - Dalam rangka mengembangkan klaster bawang merah di kabupaten Tapin untuk itu Bank Indonesia kembali melakukan program pengembangan klaster bawang merah berkelanjutan di Kabupaten Tapin selama tiga tahun dari tahun 2017 s/d 2020 kedepan. hal itu tertuang dalam MoU.

    Penandatangan MoU kelanjutan klaster bawang Merah antara Pemerintah Kabupaten Tapin dengan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan secara langsung oleh Bupati Tapin HM Arifin Arpan disaksikan oleh Konsultan Bank Indonesia Untung Torang, Wabup Tapin Ir H Sufian Noor, Sekda Tapin Dr H Rahmadi, Asisten Manager Bank Indonesia, Ani Widi K, bertempat Aula Kabinet Kantor Bupati Tapin, Selasa (11/07) kemaren.

    Dikatakan Bupati Tapin HM Arifin Arpan bahwa seperti yang kita ketahui bahwa pada tahun 2014 lalu kita melakukan kerjasama dengan Bank Indonesia untuk klaster bawang merah selama tiga tahun, dan sudah berakhir pada tahun 2016 kemarin.

    Pada hari ini kita kembali melakukan kerjasama dengan pihak Bank Indonesia untuk program pengembangan klaster bawang merah untuk tahap kedua selama tiga tahun yaitu dari tahun 2017 hingga tahun 2020.

    Pada tahun 2014 sendiri sampai sekarang untuk permasalahan bibit yang selalu kita beli dan pada tahun ini pihak Bank Indonesia Berharap kita dapat mengolah bibit sendiri.

    “Mudah – mudahan pada tahun ini kita dapat membeli alat pengolah bibit sendiri, "katanya.

    Pada tahun ini juga kita nantinya akan melakukan menanam bawang merah di daerah dataran tinggi salah satunya di Desa Bagak Kecamatan Hatungun, yang mana hingga saat ini kita menanam bawang merah didaerah rawa yang rawan akan terjadinya banjir sehingga menimbulkan gagal panen.

    Sementara itu Budi Raharjo asisten Direktur Bank Indonesia selaku narasumber dalam Focus Grup Discussion (FGD) mengatakan,  bahwa pada hari ini kita kembali bekerja sama dengan Pemerintah kabupaten Tapin untuk pengembangan klaster bawang merah tahap kedua.

    "Tujuan klaster sendiri yaitu membangun sinergi dan kerjasama dinas/instansi terkait dengan KPW BI wilayah kalimantan dalam peningkatan produksi dan kualitas bibit serta penguatan kelembagaan dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani," katanya.

    Dipilihnya kabupaten Tapin sendiri sebagai daerah klaster bawang merah adalah dikarenakan sebagai wilayah terbesar penanaman bawang merah tahun 2014, yaitu sebesar 38Ha dari 72Ha (dikalsel).

    Produksi tertinggi pada musim tanam tahun 2013 yaitu 11,8Ton/Ha, adanya dukungan APBD 15Ha, Swadaya Petani 8Ha, dan APBN 15Ha, tersedianya lahan sawah, lahan padang pegunungan meratus yang merupakan hamparan potensial untuk ditanam bawang merah.

    Dan kesiapan para petani untuk menanam dan budidaya bawang merah yang mana pada tahun 2014 sebanyak 37 orang, tahun 2015 sebanyak 222 orang dan tahun 2016 sebanyak 352 orang yang tersebar pada satu kecamatan tahun 2014, empat kecamatan tahun 2015 dan 6 kecamatan tahun 2016.

    “Mudah – mudahan pada tahun ini terjadi peningkatan baik itu jumlah kelompok tani begitupula hasilnya, “katanya.

    Penulis  : M Abdillah

    Editor    : M Abdillah

    Foto      : Humas Pemkab Tapin