Berita

Musim Kemarau, Panen Hasilkan 13 Ton Bawang Basah

  • Penulis: media, 03-10-2017 11:16
  • TAPIN - Memasuki musim kemarau, kelompok Tani Harapan Masa Kec Tapin Selatan panen Bawang Merah dilahan seluas 40 hektar kemudian dilanjutkan dengan tanam lanjutan seluas 175 hektar di Desa Harapan Masa Kec Tapin Selatan. Rabu (27/9) kemarin siang.
    Panen bersama dilakukan Bupati Tapin HM Arifin Arpan bersama Kepala Balai BPTP Provinsi kalsel Muslimin, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikulra Masyraniansyah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Yusriansyah, dan Kapolsek Bungur, Camat Tapin selatan.
    Kepala BPTP Provinsi Kalsel Muslimin mengatakan Alhamdulilah pada hari ini kita bersama – sama melakukan panen serta tanam bawang merah di Tapin, hal ini menandakan bahwa perkembangan bawang merah setiap tahunnya di Tapin terus meningkat.
    “Mudah – mudahan kedepannya Tapin tetap sebagai poros benih bawang merah di Kalsel” Ucap Muslimin.
    Lahan di Kabupaten Tapin merupakan yang terbaik karena untuk tanam bawang sangat cocok, varitas apapun bawang merah dapat tumbuh dan menghasilkan berbeda dengan daerah lain yang ada di Kalsel.
    Hanya saja produktivitas bawang merah masih rendah belum bisa memnuhi untuk kebutuhan di Kalsel, berharap dengan adanya panen ini Tapin bis amenjadi sentra atau menyuplai bibit bawang merah untuk kebutuhan petani di Kalimantan Selatan dalam mengembangkan bawang merah.
    Sementara itu Bupati Tapin HM Arifin Arpan mengatakan, bahwa saat ini mengembangkan bawang merah di Tapin sangatlah menjajikan untuk para petani karena keuntungan yang dihasilkan mencapai Puluhan Juta dalam satu hektarnya.
    Apalagi pada saat ini mulai dari bibit atau benih, pupuk hingga Traktor dibantu oleh pihak Kementerian Pertanian dan Kabupaten Tapin, sehingga para petani hanya menggunakan tenaga mereka untuk melakukan penyiraman pada pagi hari.
    Namun yang jadi perhatian dalam mengembangkan bawang merah ini cukup sulit, perlu keseriusan petani itu sendiri, karena benar-benar menjadi perhatian mulai mengolah lahan, tanam sampai panen tidak dengan budidaya tanaman lain.
    Kepala Dinas Pertanian Tapin H Masyraniansyah melaporkan, bahwa panen bawang merah ini untuk penangkaran seluas 40 hektar Kecamatan Tapin Selatan dan Kec bungur ada 3 kelompok tani yang mengembangkan.
    Adapun hasil ubinan yang panen kali ini yakni tama bulan juni -juli panen bulan agustus september
    dengan hasil 13-16 ton basah setara 8-9 ton kering konsumsi.
    Selanjutnya pengembangan bawang merah seluas 360 hektar tersebar 8 kecamatan pada 41 kelompok tani.
    “Tanam sudah mulai dilakukan dibulan september seluas 225 hektar dan bulan oktober seluas 135 ha, “katanya.
    “Tujuan kita menggelar panen bawang bersama ini untuk bisa memacu para petani bawang merah di Tapin untuk lebih meningkatkan hasil tanam bawang yang di tanam dan menghasilkan, “katanya.
    Sementara dari untuk pengembangan bawang merah ini dibantu melalui dana APBD dan APBN dengan sejumlah paket bantuan bibit bawang merah 850-900 kg per ha dan sarana produksi berupa kapur pertanian, pupuk npk, organik, PGPR, insektisida dan Fungsida.*


    Penulis : M Abdillah

    Editor   : M Abdillah

    Foto     : M Abdillah  

    Selanjutnya »

    BPBD Tapin Ekspos Kajian Bencana

  • Penulis: media, 03-10-2017 11:13
  • TAPIN - Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Tapin menggelar "Ekspos laporan hasil sementara (ANTARA) penyusunan kajian resiko bencana dan rencana penanggulangan bencana di Kabupaten Tapin," bertempat di Aula Pendopo Balahendang selasa (26/09/2017) kemarin pagi.
    Acara ekspos dihadiri oleh Wakil Bupati Tapin Ir H Sufian Noor, Waka Polres Tapin Kompol Deddi Daniel Sirega, Kepala BPBD Kab.Tapin Ir H Nordin MS, perwakilan Kodim 1010 Rantau, serta para Danramil, Kapolsek, Pimpinan Perusahaan se Kab. Tapin, serta CV Ibnasindo Banjarbaru selaku pelaksana penyusunan laporan dan kajian bencana Kab. Tapin 
    Dalam laporannya Ir H Nordin MS mengatakan ekspos laporan hasil sementara (ANTARA) penyusunan kajian resiko bencana dan rencana penanggulangan bencana di Kabupaten Tapin, merupakan kegiatan tahunan BPBD dalam memberikan laporan dan menyusun kajian bencana dalam deteksi dini bencana di Kab Tapin.
    "Kajian bencana diantaranya menyusun resiko dan memetakan resiko bencana serta memetakan multi ancaman daerah dan potensi ancaman bencana yang dapat terjadi, "jelasnya.
    Adapun dilaksanakannya ekspos guna mendukung BPBD Kab Tapin dalam penyusunan Kebijakan terkait penanganan bencana daerah serta untuk mendukung Pemerintah Daerah dalam singkronisasi kebijakan penanganan bencana ditingkat nasional.
    Wakil Bupati Tapin Ir H Sufian Noor sebelum membuka kegiatan menyampaikan,  menyambut baik atas terlaksananya kegiatan ekspos kajian bencana Kabupaten Tapin yang dihadiri seluruh stake holder di Kab.Tapin.
    "Bagaimanpun bencana adalah hal yang meresahkan dan ancaman bagi kelangsungan pembangunan dan kemasyarakatan di Kab.Tapin, untuk itulah perlu keseriusan dalam penanganan bencana," kata Wabup.
    Diungkapkan Wabup, dalam penanganan bencana sendiri pemerintah pusat sudah banyak menuangkannya dalam peraturan perundang-undangan yang sengaja dibuat dalam pencegahan dan penanganan bencana di daerah, karenanya kita harus mempunyai konsep perencanaan pembangunan yang bertujuan meminimalisir terjadinya bencana.
    "Seperti membangun perumahan sebagai contoh, hendaknya didesain agar dapat mencegah terjadinya bencana di masa yang akan datang, sehingga kemanpuan untuk memprediksi bencana sangat diperlukan agar kajian resiko bencana lebih terarah dalam penanganan bencana.
    Untuk diketahui bahwa di daerah kita terjadi pada umumnya di saat musim hujan terjadi banjir, longsor setelah itu memasuki musim kemarau angin puting beliung muncul kemudian musim kemarau terjadi kebakaran laham dan hutan yang saat ini masih terjadi. 
    Berharap dengan adanya kajian risiko bencana di daerah kita, apabila terjadi bencana dapat di tanggulangi dengan sebaik-baiknya.*


    Penulis : M Abdillah

    Editor   : M Abdillah

    Foto     : Humas Tapin  

    Selanjutnya »

    8 (delapan) Buah Raperda Sepakat Dijadikan Perda

  • Penulis: media, 03-10-2017 11:10
  • TAPIN - Dalam rangka mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah DPRD Kab Tapin siapkan beberapa payung hukum dengan harapan pendapatan dari retribusi parkir meningkat.
    Salah satunya perda mengatur Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum, kedua Retribusi parkir khusus.
    Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Kab Tapin di setujuinya Raperda Usulan Pemkab Tapin dan Inisiatif DPRD Tapin agenda Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi. Senin (25/9) kemarin siang. Bertempat Aula DPRD Setempat.
    Fraksi PDI Perjuangan Wahyu Nugroho Ranoro mengatakan, raperda tentang retribusi parkir tepi jalan umum dan retribusi parkir khusus adalah inisiatif dewan dibuat dalam rangka untuk mengoptimalkan sumber pendapatan asli daerah.
    "Sehingga adanya aturan tersebut diharapkan sumber pendapatan daerah dapat meningkat, "jelasnya.
    Berharap peraturan yang dibuat tidak  sampai terjadi tumpang tindih terhadap peraturan yang ada dan tidak menyalahi aturan yang di atasnya.
    Kepada pihak exsekutif dapat menjalankan dan mensosialisasikan kepada masyarakat tapin setelah diundangkannya menjadi perda.
    Selanjutnya apAbila raperda di sahkan menjadi perda agar di terapkan sesuai dengan perda yang dibuat.
    Sementara Wakil Ketua DPRD Tapin Wahyudi Rahman menambahkan, untuk menggali pendapatan daerah apa lagi dengan sudah terbentuknya salah satu badan pendapatan daerah maka di situ lah silahkan penerapannya untuk berkoordinasi dengan SOPD terkait baikk dari Satpol PP, Dishub, Dinas Pasar.
    Bupati Tapin HM Arifin Arpan mengapresiasi dan penghargaan yang setinggi-tinginya kepada anggota dewan terhormat telah di setujuinya delapan buah raperda dari pemerintah dan inisiatif DPRD Tapin.
    Berharap setelah dinundangkannya menjadi perda, dapat dijalankan dengan optimal.
    Seperti usulan dari DPRD Tapin tentang Retribusi tempat khusus parkir dan Parkir Tepi Jalan Umum, sebenarnya untuk tempat parkir sudah kita siapkan hanya saja untuk menempatkan susah.
    Tempat parkirnya sudah kita siapkan, hanya saja tidak di pergun
    "Retrebusi pelayanan tempat parkir di tempat jalan umum sudah disiapkan tidak digunakan, " katanya.
    Kedepan nantinya kita coba benahi secara bertahap, kepada pemangku kepentingan khsusnya sopd terkait dalam mengelola parkir ajaklah pihak ketiga bagaimana sebaikanya parkir tertata dengan baik karena kendaraan di tempat kita sudah padat.
    Selain itu juga belum pernah terdengar penarikan retribusi parkir di setorkan keperintah daerah, nanti akan kita cek ke Dinas berkepentingan bujur kada di setorkan ke pemerintah daerah.
    Berharap perda yang telah di kepada Pol PP bisa berperan aktif turun dilapangan dalam menjalankan perda yang sudah di buat dan di setujui.
    4 (empat) Raperda usulan pemerintah terdiri dari Raperda tentang susunan organisasi dan tata negara pemerintahan desa serta  pemberhentian perangkat desa di Kabupaten Tapin,Raperda tentang sistem Drainase
    Perkotaan,  Raperda tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan Hidup dan Raperda tentang pencabutan Peraturan daerah Kabupaten No 07 Tahun 2013 tentang ketenagalistrikan.
    Sementara 4 (empat) Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Tapin terdiri dari RaperdaTentang kawasan tanpa rokok, Raperda Tentang Perubahan atas peraturan daerah No 12 tahun 2012 mengenai pajak daerah,  Raperda Retribusi Parkir Khusus dan Raperda Retribusi Parkir Tempat umum.
    Dalam rapat paripurna empat fraksi DPRD dari lima Fraksi menerima agar 8 (delapan) Raperda menjadi prioritas  untuk dijadikan Perda.*


    Penulis : M Abdillah

    Editor   : M Abdillah

    Foto     : M Abdillah

    Selanjutnya »

    Dispertan Penerima Bantuan Bibit Bawang Merah

  • Penulis: media, 03-10-2017 11:05
  • TAPIN - Dinas Pertanian Kabupaten Tapin mencek penyaluran bantuan pengembangan bawang merah langsung ke sejumlah kelompok tani penerima bantuan akhir pekan kemarin.
    Sekretaris Dinas Pertanian Tapin Wagimin SP dan Kabid Pengembangan Tegnologi Pertanian Aji Budiono didampingi penyuluh setempat langsung turun kelapangan menemui para penerima bantuan.
    "Kedatangan kita ini tidak terencana, hanya untuk memastikan penyaluran bantuan saprodi pengembangan bawang merah beserta pupuknya,  apakah sudah di terima kelompok tani atau belum, "terangnya.
    Kemudian juga apakah kelompok tani melakukan penanaman atau belum dan terkait persiapan tanam.
    Khusus di wilayah Kecamatan Bakarangan dan Tapin Utara untuk saat ini belum bisa melakukan tanam menunggu air, karenama tidak ada irigasi dan sumur bor untuk penyedian air sebagai pendukung tanaman bawang.
    "Petani belum siap tanam di karenakan ketersediaan air belum ada, terpaksa melakukan penundaan tanam, semestinya sudah dilakukan tanam bulan september ini,  maka dilakukan pada awal oktober, "ujar Wagimin.
    Sementara untuk wilayah Tapin Selatan, Bungur, Binuang dan Hatungun sudah siap tanam dan sebagian sudah melakukan taman karena di dukung saluran irigasi dan sumur bor.
    Padahal saat musim seperti ini sangat baik untuk tanam bawang namun didukung dengan sarana pendukungnya seperti ketersediaan air.
    Karenamana ada beberapa keuntungan pertama budidaya bisa di tekan dan hama penyakit kurang dibandingkan dengan musim penghujan.
    Kedua paska panen mudah karena masih cuaca panas mudah melakukan pengeringam tanpa menggunakan peralatan pengasapan untuk pengeringan sehingga biaya dalat ditekan.
    Selanjutnya harga bawang baik karena produksi di pulau jawa tidak ada memproduksi di saat musim kemaraau ini.
    Sementara itu salah satu Kelompok Tani Usaha Bersama Parigi Simbar Ahmad Gapuri mengatakan, semua barangmulai dari bibit bawang merah dan pupuk sudah di terima sesuai dengan bantuan yang diberikan.
    Hanya saja saat ini para petani yang tergabung dalam kelompok tani usaha bersama belum bisa melakukan tanam, sementara lahannya sudah siap, menunggu air hujam turun.
    "Jadi para petani kami menunda tanam menunggu hujan turun, "ujarnya.
    Karenamana di tempat kami tidak ada air irigasi dan sumur bor untuk ketersedian air.
    Dalam penanaman bawang merah ini baru pertama kali menanam, kami meminta untuk selalu di bimbing dari dinas pertanian untuk mendapatkan hasil yang baik.
    Adapun bantuan saprodi bawang merah yang disalurkan kepada kelompok tani sebanyak 360 Ha yang menerima yakni Tapin Selatan seluas 57 Ha, Bungur 60 Ha, Bakarangan 43 Ha, Piani 45 Ha, Salam Babaris 35 Ha, Hatungun 70 Ha, Binuang 25 ha dan Tapin utara 15 Ha.
    Batuan diberikan berupa barang yakni bibit bawang merah, pupuk organik, pupuk NPK, Kapur Pertanian, Fungsida, Insektisida dan PGPR sementara dari APBD membantu obat-obatan pendukung tanaman bawang merah.*


    Penulis : M Abdillah

    Editor   : M Abdillah

    Foto    : M Abdillah  

    Selanjutnya »

    Petugas Kesehatan Dilatih Edukasi Puskesmas Ramah Anak

  • Penulis: media, 03-10-2017 11:01
  • TAPIN - Ratusan petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas ikuti pelatihan KHA dan Edukasi Puskesmas Ramah Anak (PRA) se Kabupaten Tapin. Rabu (20/9) kemarin bertempat Hotel Tapin.
    Kegiatan dibuka secara resmi Wakil Ketua TP PKK Kab Tapin Hj Diah Nila Purnama Sufian Noor.
    Dalam amanatnya menyampaikan, puskesmas sebagai fasilitas kesehatan terdepan yang berbasis wilayah. Selama memberikan pelayanan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan pemenuhan puskesmas juga berperan dalam pemberdayaan orag tua keluarga dan masyarakat agar paham dan mampu memenuhi hak kesehatan anak.
    Puskesmas ramah anak itu lebuh mengedepankan pelayanan yang ramah pada anak, baik anak sedag berobat, maupun anak sehat yang berkunjung ke puskesmas serta perlindungan dan lenghargaan atas hak anak.
    Puskesmas di tapin secara bertahap akan diupayakan menjadi puskesmas ramah anak, memberikan pelayanan kepada anak secara ramah lengkap dan tepadu.
    Namun untuk mencapai itu tentunya di dukung 2 hal yakni pertama SDM dan kedua sarana dan prasarananya. Indikatornya tesedia layanan kesehatan ibu dan anak
    Berharap dengan pelatihan ini dapat terpenuhinya hak anak atas kesehatannya, sehingga dapat meningkatkan jumlah anak sehat dan menurunkan permasalahan kesehatan pada anak.
    Kepada puskesmas agar memberikan pelayanan yang ramah pada anak agar terwujudnya daerah layak anak utamanya pada puskesmas-puskesmas di wilayah Kab Tapin.
    Panitia pelaksana Dra Raudah melaporkan, pelatihan ini dikuti semua para petugas tenaga kesehatan yang ada di puskesmas-puskesmas wilayah Kab Tapin.
    Tujuan diselenggarakan pelatihan ini sebagai upaya perwujudan pemenuhan apa yang telah diamanatkan undang-undang dimana negara berkewajiban untuk mengupayakan penurunan angka kesakitan serta kematian bayi dan anak.
    Disamping orang tua bertanggug jawab terhadap anaknya sejak dalam kandungan  hingga berusia belum genap 18 tahun.
    Jadi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak berupaya untuk mensinergikan tengan tenaga kesehatan di puskesmas-puskesmas yang ada di Tapin menjadikan layanan kesehatan yang ramah anak.
    Sehingga nantinya di tempat layanan kesehatan dapata terwujud kesehatan ramah anak, dan abgak kematian anak dapat di tekan dan kesehatan anak terus meningkat.*


    Penulis : M Abdillah

    Editor   : M Abdillah

    Foto     : Humas Pemkab Tapin

    Selanjutnya »

    Mensos RI Resmikan 3 Desa Sejahtera Mandiri (DSM) Tapin

  • Penulis: media, 03-10-2017 10:55
  • TAPIN - Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa meresmikan 3 (tiga) Desa yang menjadi Desa Sejahtera Mandiri di Kabupaten Tapin. Adapun Desa Sejahtera Mandiri (DSM) yaitu di Desa Hiyung, Desa Pandahan,  kecamatan Tapin Tengah dan Desa Gadung Kecamatan Bakarangan, Selasa 19/09 bertempat di kawasan Rantau Baru.
    Peresmian ditandai dengan Penandatanganan Prasasti oleh Ibu Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa disaksikan secara langsung oleh Bupati Tapin HM Arifin Arpan, Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof Dr H Akhmad Fauzi Aseri dan Unsur Muspida Tapin serta Karang taruna Se Kalsel.
    Menteri sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa desa mandiri sejahtera merupakan stimulan awal agar terus terjadi penguatan pelbagai kebutuhan substantif di daerah, sekaligus upaya pemetaan terhadap masalah-masalah sosial di lapangan.
    Menurut Mensos, target 5.000 Desa Sejahtera pada 2019 tersebut dibagi di berbagai lembaga kementerian sementara Kemensos mengambil program Desa Sejahtera Mandiri dengan menggandeng perguruan tinggi melalui program KKN-nya yang bisa menjangkau pelosok desa.
    “Untuk di kalimantan selatan sendiri kementrian sosial bekerjasama dengan Universital Islam Negeri (UIN) Antasari” ucap Mensos.
    Berharap agar desa  DSM nantinya diharapkan akan terpenuhi berbagai kebutuhan dasarnya termasuk perlindungan sosialnya, misalnya menerima program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), Kelompok Usaha Bersama (Kube), dan Program Keluarga Harapan (PKH).
    Sementara Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof Dr H Akhmad Fauzi Aseri mengatakan bahwa UIN Antasari telah lama menyadari arti pentingnya desa sebagai bagian dari pembangunan nasional, oleh karena itu UIN Antasari selalu rutin mengirimkan mahasiswanya kepedesaan.
    “Dengan tujuan untuk pemberdayaan masyarakat masyarakat pedesaan dengan program KKN Revolusi mental UIN Antasari” ucap Akhmad Fauzi
    Dikatakan H Akhmad Fauzi Aseri bahwa program KKN Mahasiswa UIN Antasari sangat dinanti kehadirannya di desa-desa karena memberikan manfaat nyata bagi desa, maka dari itu kami rasa tidak salah bahwa kemensos menggandeng UIN Antasari sebagai mitra untuk pengembangan desa sejahtera mandiri.
    Berharap keberadaan mahasiswa kami di desa yang melakukan kulaih kerja nyata dapat memberikan andil untuk menjadikan desa yang maju dan sejahtera sesuai harapan kita bersama.
    Bupati Tapin HM Arifin Arpan mengucapkan, Alhamdulilah di Kabupaten Tapin terdapat tiga desa yang menjadi desa Sejahtera Mandiri dari delapan desa di kalimantan selatan dibawah binaan langsung kementrian Sosial RI dan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin.
    Sehingga nantinya desa mandiri sejahtera dibawah binaan kementrian sosial bekerjasama dengan perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari dapat membina bagaimana desa itu bisa dikembangkan dengan maksimal khususnya di bidang pertanian agar masyarakat bisa lebih mandiri dan sejahtera.
    Sementara itu kepada desa yang di tetapkan sebagai Desa Mandiri Sejahtera dapat menjalankan program apa yang sudah di agendakan kementrian Sosial dan menjalankan dengan sebaik-baiknya.*


    Penulis : Ibnu Sina

    Editor   : M Abdillah

    Foto     : M Abdillah

    Selanjutnya »